Author  :  Yusriatillah

Cast        :  Kyuhyun, Donghae, Shin Hyun Ah

Genre    : Romantic, Friendship, One Shot

Bad Mood, begitulah tepatnya perasaanku saat ini, apa maksudnya dia melakukan itu semua disaat segalanya sedang terasa indah bagiku. Kini semuanya terasa bagaikan mimpi buruk yang entah kapan akan berakhir.

“Hyunaaaaaah.. Mau sampai kapan kau begitu? Kau harus profesional, kau kan seorang artis! Jadi apapun yang kau lakukan haruslah sesuai dengan kontrak yang kau tanda tangani. Jangan begini!” Teriak manajerku dari luar pintu kamarku, dari tadi dia tidak henti-hentinya berteriak ini dan itu benar-benar membuat aku pusing!

“Tidaaaak.. aku tidak mau keluar sebelum kau merubah kontrak itu, aku tidak sudi!” Aku sudah sangat kesal.

“Hyunah, mana bisa kau begitu.. saat awal kau bilang setuju untuk ikut program acara itu kau harusnya sudah sadar akan konsekuensinya!” Suaranya sudah agak melunak.

“Tapi yang aku tahu, aku akan dipasangkan dengan Lee Donghae bukan dengan si Evil Magnae itu!” Serangku membela diri.

“Donghae tidak bisa, dia sudah lebih dulu menandatangi kontrak drama di Taiwan. Tolonglah, tidak bisakah kau jalani dulu? Kyuhyun kan tidak jelek?” Manajerku yang cerewet mulai memberi alasan yang semakin membuat aku pusing tujuh keliling.

*******

Hai, namaku Shin Hyun Ah, aku adalah seorang penyanyi solo di Korea. Umurku 23 tahun, aku dilahirkan di Mokpo, Jeolanam-do Korea Selatan. Meski aku juga seorang artis aku sungguh mengangumi Lee Donghae, member dari sebuah boyband yang luar biasa terkenalnya di Korea ini. Siapa yang tak kenal Super Junior? Aku mengenal Donghae Oppa jauh sebelum dia menjadi artis. Karena kami sama-sama dari Mokpo, meski datang dari agency yang berbeda, kami saling mengenal dan menjadi dekat. Aku suka padanya, karena sikap dan gayanya yang menarik dan sopan.

Awalnya aku hanya sebatas suka karena menganggap dia sebagai seniorku yang berasal dari daerah yang sama, namun entah kapan aku merasa ada yang aneh setiap kali aku bertemu dengannya saat kami sedang mengisi acara yang sama di acara musik di stasiun TV atau konser-konser. Tepatnya aku terpesona, pada gayanya, senyumnya, cara bicaranya apalagi saat mendengar dia yang berapi-api menceritakan masa kecilnya di Mokpo padaku. Ya, Mokpo.. mungkin itu adalah satu-satunya alasan Donghae mau dekat dan bercerita banyak hal tentang masa kecilnya di Mokpo padaku. Bahkan sekali waktu, tanpa segan mengajakku pulang ke Mokpo dan tentu kuterima dengan senang hati meski kemudian manajerku mengomel panjang lebar karena aku seenaknya menolak tawaran manggung hanya karena ingin pulang ke Mokpo bersama Donghae!

Begitulah dari waktu ke waktu aku menikmati kebersamaanku dengannya, melalui Donghae juga aku akhirnya mengenal teman-temannya di Super Junior. Meski pria tampan di Super Junior bukan hanya Donghae, tapi bagiku Donghae tampak sangat istimewa dari yang lain. Lalu bagaimana hari-hariku yang tadinya kupikir akan sangat menyenangkan berubah menjadi mimpi buruk?

Satu bulan yang lalu, aku ditawari untuk ikut dalam sebuah reality show “We Got Married”, awalnya aku tidak tertarik tapi kemudian mereka mengatakan bahwa kemungkinan aku akan dipasangkan dengan member Super Junior. Ya, tentulah mendengar Member Super Junior aku langsung berbinar-binar. Tak lain harapanku akan dipasangkan dengan pria yang kukagumi, akhirnya aku mendapat berita bahwa aku akan dipasangkan dengan Donghae. Wow, pucuk dicinta ulampun tiba. Aku berlonjak kegirangan dan tanpa berpikir panjang langsung menandatangani surat kontrak dengan perasaan berbunga-bunga. Aku mulai mempersiapkan banyak hal, belajar memasak, membersihkan rumah, ya tentulah karena ingin memberi kesan yang baik pada Donghae. Jika aku beruntung, Donghae benar-benar bisa menganggapku sebagai wanita yang akan menjadi istri sungguhannya dimasa depan. Bayangan itu benar-benar membuat aku terbuai.

Tapi, hanya kurang 1 minggu sebelum syuting dimulai, berita buruk itu sampai padaku. Produser “We Got Married” mengatakan bahwa Lee Donghae tidak bisa menandatangani kontrak karena jadwal dramanya di Taiwan dipercepat dari jadwal awalnya. Aku kesal bukan main, bukankah aku bersedia karena Donghae, jikapun bukan dia kenapa Kyuhyun yang harus menjadi gantinya? Si Evil itu, aku punya pengalaman tak menyenangkan dengannya. Sifat pencemburunya luar biasa buruknya. Hanya karena aku sering dekat dengan Hyung-nya, dia hampir tidak pernah bersikap manis padaku. Malah kadang dia memperhatikan Donghae yang sedang bicara akrab denganku dengan tatapan sinis. Aku mencoba mendekatinya, tapi dia malah diam seribu bahasa. Wajar saja kalau Hyung-nya menjuluki dia Evil.

*********

Dengan gontai aku keluar kamar, ternyata manajerku masih menunggu di kursi depan dan langsung bergegas mendekati.

“Ayolah Hyunah, jalani saja dulu ya? Kyuhyun belum tentu seburuk yang kau pikirkan!” Dia mulai merayuku lagi.

“Eonni, tidak bisakah diganti saja dengan yang lain? Siwon Oppa misalnya?” Harapku dengan mata berkaca-kaca.

“Tidak bisa.. aku sudah membicarakan hal ini tapi menurut mereka hanya Kyuhyun yang jadwalnya bisa disesuaikan dengan jadwal syuting WGM.” Jelasnya lagi.

“Kenapa? Dia tidak laku ya?” Jawabku sinis.

“Mana kutahu, manajernya hanya mengatakan bahwa hanya Kyuhyun yang bisa! Titik! Kau sudah tanda tangan jadi suka atau tidak jalanilah. Lagipula kalau kalian tidak cocok kontrak kalian tidak akan diperpanjang.” Manajerku mulai kesal. Aku diam saja, aku duduk di sofa lalu melakukan aksi diam. Mau bagaimana lagi? Aku tidak bisa menghindari kewajibanku.

********

Syuting WGM akan dimulai, aku merasa usahaku untuk belajar memasak dan pekerjaan rumah lainnya terasa sangat tidak ada gunanya saat ini. Aku tertunduk lesu saat menerima skrip baru yang sudah diubah namanya, saat pertama menerima skrip dengan nama Donghae aku begitu bersemangat. Tapi kini, semuanya lenyap. Lalu telponku berdering.

“Yoboseo?” Aku mengangkat telponku dengan malas.

“Hyunah.. Fighting!” Suara diseberang sana amat kukenal.

“Ah.. Oppa, apa kabarmu? Kau di mana?” Tanyaku diusahakan sambil tersenyum meski aku tahu dia tidak melihatku.

“Nee.. aku di Taipe sekarang, akan syuting nanti malam. Kudengar kau akan melakukan syuting pertama WGM hari ini, benar?” Aku cuma berdehem mengiyakan. “Berusahalah Hyunah, aku yakin kau dan Kyuhyun akan menjadi pasangan yang serasi. Dia itu anak manja, pintar-pintar saja menghadapinya!” Donghae berusaha menyemangatiku, tapi tidak ada efek apa-apa bagiku.

“Emmm.. Nee Oppa, aku akan berusaha!” Jawabku singkat. Setelah menitipkan pesan ini dan itu akhirnya Donghae menutup telponnya dan tiba-tiba aku melihat Kyuhyun turun dari mobil. Dia tampak sopan sekali menyalami semua kru. Huh, palsu. Batinku dalam hati.

********

Mau tidak mau, aku harus berpura-pura manis padanya. Demi menampilkan sesuatu yang tampak bagus di televisi. Ah, biarpun aku bukan aktris, aku juga bisa berakting. Kyuhyun tidak banyak bicara selama masa syuting, hanya bicara seadanya. Aku ragu acara ini bisa bertahan lama.

Hari Pertama

Aku dan Kyuhyun dibuat seolah-olah bertemu untuk kemudian menikah (pura-pura) di sebuah kastil mungil yang indah. Aku diberi gaun yang indah dan sangat cantik, saat melihat gaun itu aku tidak bisa menahan haru, gaun itu sangat sederhana tapi tampak sangat elegan. Saat tiba di kastil aku melihat Kyuhyun memakai jas hitam lengkap. Kulitnya yang putih tampak bersinar dalam balutan hitam yang mempesona. Ah  harusnya kan Lee Donghae yang ada di sana.

Upacara pernikahan bohongan itu dibuat semanis mungkin dengan senyum terukir dibibirnya dan dibibirku. Begitu teriakan “CUT” terdengar baik dia maupun aku langsung melengos dan hilanglah sudah senyuman itu. Syuting berikutnya kami harus mendatangi rumah yang sudah disiapkan. Hal yang paling buruk, aku yang memang hampir tidak pernah bicara padanya itu tidak mengerti bagaimana memulai pembicaraan. Mobil yang akan membawa kami ke rumah itu sudah siap dan di dalamnya ada kamera. Skrip, aku membaca skrip. Mau bicara apa disana nanti? Ah seperti syuting drama aku dan Kyuhyun hanya berbasa basi sesuai dengan skrip. Ah, membosankan! Aku membayangkan bahwa di seantero rumah akan dipasangi kamera. Apa akan selalu membaca skrip untuk bisa mengobrol sebagai suami istri? Ah, benar-benar membosankan. Tiba-tiba Kyuhyun mulai bicara sesuatu yang tidak ada di skrip.

“Hyunah-shi, aku tahu aku bukanlah orang yang pandai merayu tapi selama kita menikah, aku akan berusaha membahagiakanmu!” Aku terperanjat, apa? Hah, anak ini rupanya pintar juga berimprovisasi. Aku hanya membalasnya dengan senyuman karena di skrip sama sekali tidak ada dialog itu.

Saat turun dari mobil, tiba-tiba Kyuhyun mengatakan pada produser untuk minta waktu bicara padaku. Aku juga merasa perlu bicara padanya tanpa ada kamera diantara kami.

“Hyunah-shi, aku ingin bicara denganmu!” Ujarnya santai. Aku berjalan mengikutinya. Kami benar-benar seperti orang bodoh dengan gaun ini tapi malah berjalan beriringan bukan bersebelahan. “Hyunah-shi, aku tahu kita berdua mungkin memang tidak..!” Buuuk.. aku menabraknya saat dia tiba2 berbalik badan tanpa ancang-ancang, tubuhku yang mungil hampir membuatnya roboh, sementara aku terkejut dan memegang tangannya hanya untuk menarik tubuhnya yang limbung agar jangan jatuh terduduk.

“Hyunah-shi.. apa kau berjalan sambil melamun hah?” Kyuhyun sedikit ketus kali ini. Hah, dia sudah mengeluarkan sifat aslinya rupanya.

“Mianhae.. lagipula kau sendiri berjalan tidak memberi aba-aba malah langsung berhenti dan berputar.” Balasku membela diri.

“Apa? Siapa suruh kau berjalan di belakangku? Lagipula kalau ingin berjalan di belakangku jaga jarakmu!” lanjutnya lagi.

“Oooh, jadi kau ingin ribut denganku?” Lanjutku sedikit emosi.

Begitulah pertengkaran itu terjadi sampai melibatkan produser yang menyadari saat kami berdua sudah saling berteriak. Benar-benar seperti dua orang anak kecil yang ribut berebut permen lollipop! Kyuhyun meninggalkanku masuk ke rumah, aku menyusulnya. Enak saja main pergi begitu saja. Di dalam rumahpun pertengkaran sengit berlanjut. Baik aku maupun Kyuhyun tidak ada yang mau mengalah. Akhirnya Produser menyerah. Dia mengatakan bahwa syuting hari ini ditunda dan sebagai hukuman kami harus tinggal di rumah itu sampai besok saat syuting dimulai lagi. Benar-benar seperti neraka.

*******

Hari sudah sore saat semua Kru lenyap. Kini tinggal aku dan Kyuhyun disini berdua saja. Kami sudah berganti pakaian dan terasa lebih nyaman dengan pakaian rumahan. Mungkin jika dia bisa bersikap sedikit lebih manis, aku tidak akan berang dan marah seperti tadi. Tapi, buruknya Mood ku memang sudah dimulai sejak aku tahu Lee Donghae gagal menjadi pasanganku.

Suasana sangat sepi, rumah ini hampir kosong melompong, sama sekali tidak ada apa-apa selain sofa, meja, lemari dan alat-alat rumah tangga seadanya. Hei, apa produser lupa bahwa kami juga butuh makan? Butuh TV dan alat-alat hiburan lainnya? Aku mulai bicara pada Kyuhyun karena terpaksa.

“Apa produser mengatakan sesuatu tentang rumah ini sebelum pergi?” tanyaku dengan nada yang kuusahakan sedatar mungkin, walau bagaimanapun aku tidak mungkin selamanya diam. Tapi kurang ajar, dia sama sekali tidak menggubrisku. Aku melihatnya dengan kesal. Lalu aku duduk disampingnya.

“Super Junior Kyuhyun-shi..” Mulaiku dengan wajah kesal “Apa sikapmu sehari-hari memang sebegini menyebalkan? Apa semua Hyung-mu di dorm sanggup menghadapi sikap manjamu ini hah?” Aku mulai menyerangnya lagi,

“Mwooo?? Moragu? Manja? Apa maksudmu?” Kyuhyun tampak terpancing.

“Kyuhyun-shi, tidak bisakah bersikap sedikit manis? Kenapa kau berbeda sekali dengan Hyung-mu?” Aku mulai mengoceh.

“Hyungku? Maksudmu Donghae Hyung? Kau suka padanya kan?” Tanya Kyuhyun membuat aku tercekat. “Aku tahu kau suka padanya, dasar wanita genit kau menggoda Hyungku terus ya rupanya?” Lanjutnya lagi. Apa-apaan dia bicara begitu, akan kuberi pelajaran padanya agar dia mengerti sopan santun.

“Hey.. apa maksudmu genit? Jika aku memang suka pada Hyung-mu wajar saja, perempuan mana yang tidak suka dengan pria tampan, baik, sopan dan bisa memperlakukan wanita dengan baik. Dibanding denganmu, wanita manapun seribu kali akan memilih Hyungmu. Seranganku cukup hebat bukan? Dia pasti langsung down.

“Fans ku banyak,  aku tidak perlu khawatir tidak ada yang suka padaku, jika dibandingkan dengan Donghae Hyung, fans ku tak kalah banyak!” Apaaa? Dia masih bisa menjawab seperti itu?

“Itu karena mereka sama sekali tidak tahu sifat burukmu!” Lanjutku lagi.

“Donghae Hyung juga tidak mau denganmu! Donghae Hyung sudah punya pacar!” Aku terdiam. Apa? Donghae sudah punya pacar? Benarkah itu? “Kenapa diam Hyunah-shi? Tidak kuat mendengar kenyataan Donghae Hyung sudah punya pacar? Jika ingin menangis sini aku pinjamkan bahuku, tapi buatkan aku mie ramen ya? Lapar sekali!” Aku samasekali tidak menjawabnya, kutoleh pun tidak dan langsung meninggalkannya dan masuk kamar lalu mengunci diri dan menangis sejadi-jadinya. Bodoh.. gadis bodoooh! Kenapa begitu mudah aku ditaklukkan oleh si setan kecil itu? Kenapa dia bisa tahu bahwa aku menyukai Hyung-nya?

*******

Mataku bengkak saat aku terbangun, matahari sudah cukup tinggi tapi aku malas sekali keluar. Apa-apan ini, kenapa aku merasa terpenjara, apa yang terjadi kalau sampai Kyuhyun melihat mataku yang bengkak. Bisa-bisa dia akan semakin mengolok-olok ku.. Aaaah tidaaak!!! Yang benar saja, apa aku harus kalah perang secepat ini? Tiba-tiba aku mendengar pintu diketok.

“Hyunah.. cepatlah bangun, syuting akan segera dimulai. Mau tidur sampai kapan? Dasar gadis malas!” Lagi-lagi dia memukul genderang perang. Sudah mengatakan yang tidak-tidak, sekarang malah berani mengatakan aku pemalas. Aku beranjak dari tempat tidur dan membawa bantal. Saat pintu dibuka kulihat Kyuhyun sedang berjalan memunggungiku. Braaakkkk! Kulempar bantal itu mengenainya. Dia terkejut dan berbalik. Mukanya bingung.

“Apa kau bilang tadi pemuda tengik? Kau bilang aku pemalas? Kau sendiri bisa apa, hah?” Serangku dipagi yang cerah itu.

“Geez.. gadis tengik, kau tahu ini sudah jam berapa? Kalau kau tidak malas kau harusnya sudah bangun pagi-pagi buta lalu memasakkan suami mu ini sarapan!” lanjutnya sambil menunjuk-nunjuk mukaku dengan jarak sangat dekat.

“Suami?? Kau merasa jadi suamiku sekarang? Kau sendiri bisa apa untuk membuat istrimu senang?” Balasku dengan suara kencang menantangnya!

“Aku sudah bangun pagi buta dan memasakanmu sarapan, semalam kau langsung pergi ke kamar tidak muncul lagi, sampai tidak makan malam. Membiarkan suamimu kelaparan semalaman, apa itu ciri istri yang baik?” Mukanya merah, ntah karena malu atau marah!

Ku tengok ke meja makan yang hanya berjarak beberapa meter dari pintu kamarku di rumah yang sempit ini. Mie ramen dua mangkuk! Aku tertawa.

“Cho Kyuhyun, mau bilang kau sudah bangun pagi buta untuk memasak? Mie ramen? Hahahahaha~ Cuma mie ramen sebatas kemampuanmu?” Aku masih saja menyelipkan kata-kata yang berpotensi memancing keributan. Meski hanya semangkuk ramen, aku sejujurnya cukup senang mengetahui dia tidak melupakan aku dan membuat dua mangkuk ramen untuk kami makan bersama. Aku mulai berpikir mungkin dia sudah mulai bisa diajak berkompromi.

“Hey, aku sudah berusaha.. lagipula aku memasak ramen bukan karena tidak bisa masak, tapi karena hanya itu satu-satunya makanan yang ada di rumah ini.” Jawabnya lagi tidak mau kalah. Aku bergegas duduk di kursi dan menghadapi mie ramen yang masih panas. Kyuhyun mengikutiku lalu duduk di kursi yang berhadapan denganku di meja makan.

“Makanlah sebelum semua Kru datang!” Aku tersenyum, tapi lalu hilang setelah mencicipi ramen itu.

“Kyuhyun-shi.. kau mengatakan padaku bahwa kau bisa memasak bukan? Lantas kau mau bilang ramen ini sebagai masakan? Hambar!” Kali ini dia mau bilang apalagi pikirku!

“Makan saja, nanti kalau kru datang baru minta dibelikan makanan enak. Dari semalam kau belum makan, nanti kau sakit!” Itu jawabannya. Sedikit terhibur tapi tetap saja tidak sanggup makan dengan ramen yang hambar. Aku berdiri dari tempat dudukku, mengambil mangkuk mie ramen nya dan membawanya ke kompor, ku ambil panci dan kumasukkan semua mie ramen gagal itu, kuberi sedikit racikan yang tersedia di sana apa saja yang kira-kira bisa menyelamatkan mie ramen yang kebanyakan kuah itu. Kyuhyun diam saja dengan ujung sumpit dimasukkan ke mulut dan  memperhatikanku memasukkan ini dan itu ke mie ramen ciptaannya. Dia lucu juga kalau sedang begitu, pastilah dia sudah sangat kelaparan karena semalaman belum makan.

********

Hari Kedua

Syuting dimulai dan suasana sudah jauh lebih membaik. Kyuhyun makan ramen hasil kreasiku dengan lahap, dari gaya makannya dia sepertinya sangat menikmatinya. Ah wajah Kyuhyun yang seperti Evil saat dia bertengkar denganku malah terlihat seperti Angel yang polos saat makan dengan lahap.

Hari ini produser sudah memperingatkan kami agar jangan sampai bertengkar lagi. Kami berdua hanya mengangguk, masih sedikit tidak yakin bahwa tidak akan ada pertengkaran mengingat betapa hebohnya keributan yang sudah kami ciptakan hari sebelumnya.

Dari pagi sampai sore aku dan Kyuhyun menghabiskan waktu syuting di rumah dan di supermaket. Kami membeli berbagai kebutuhan rumah tangga dengan uang yang disediakan produser, Kyuhyun mulai bertingkah dengan memilih makanan mahal dan aku selalu dengan kesal mengembalikan makanan-makanan tidak penting itu ke asalnya. Dia hanya tersenyum nakal, sungguh menyebalkan. Kupikir ada gangguan dengan otaknya, dia sepertinya senang sekali mengganggu orang.

Hari kedua berlangsung dengan baik, tidak ada pertengkaran hebat seperti hari sebelumnya. Kyuhyun juga sepertinya mulai menikmati, dia mengepel lantai seperti sedang bermain, kadang dia dengan percaya diri menunjukkan kemampuannya bersliding di lantai yang licin sampai bajunya kotor tidak karuan. Ah Kyuhyun, dia memang masih anak kecil, pikirku. Meski umur kami sama, tapi aku merasa sikapku bisa jauh lebih dewasa daripada dia. Mungkin benar kata Donghae Oppa, jika aku bisa bersabar menghadapi Kyuhyun, aku bisa mengorek informasi tentang Donghae darinya. Pikiran licik untuk memanfaatkan Kyuhyun demi mendekati Donghae melintas dipikiranku. Aku tertawa melihat Kyuhyun sedang asyik mengepel lantai sementara aku sibuk menyiapkan makan malam untuk kami. Haha, penonton di rumah pastilah berpikir kalau kami pasangan yang serasi sekarang!

*******

Begitulah hari demi hari, episode demi episode kami jalani dengan lika-likunya. Aku sudah bisa bersikap wajar dan mulai mengontrol emosiku saat dia berulah, begitupun dia yang sepertinya mulai memahami bahwa aku paling sensitif jika dia sudah membicarakan masalah Donghae dengan pacarnya. Lambat laun aku merasa dia sudah menjadi temanku. Tidak sedikit fans Kyuhyun yang sepertinya iri padaku dan malah menyerangku, tapi tidak sedikit pula yang mengatakan kami pasangan yang serasi. Kyuhyun hanya tersenyum penuh kebanggaan setiap kali aku komplain padanya soal kelakuan fans-fansnya yang kadang berlebihan menanggapi pernikahan pura-pura kami. Kadang hal-hal sekecil itu malah membuat kami bertengkar namun kemudian berbaikan saat dia merengek minta dibuatkan mie ramen dengan racikan rahasiaku tempo hari.

Minggu kelima

Tidak terasa kami sudah memasuki minggu keempat, meski tidak setiap hari kami tinggal di rumah itu dan hanya datang kesana saat syuting dan tetap melakukan kegiatan kami lainnya di dunia hiburan, tapi dia kerap mengirimiku kabar, sekedar memberitahu dimana dia berada atau sedang apa lalu sesekali bercanda minta aku mengantarkannya semangkuk mie ramen racikanku! Ah, Cho Kyuhyun hanya dalam satu bulan dia bisa berubah banyak atau mungkin memang aku baru mengenal kepribadiannya?

Minggu ini skrip yang diberikan oleh produser membuat kami tercengang. Honeymoon! Apa? Honeymoon? Apa maksudnya? Aku dan Kyuhyun hanya saling menatap kebingungan. Lalu Kyu hanya mengatakan, ah jalan-jalan ya kan? Sudahlah nikmati saja kapan lagi kita bisa jalan-jalan? Kalau kami sedang manggung walau datang ke banyak negara mana bisa dengan bebas berjalan-jalan seperti rakyat biasa! Wajahnya sangat cute saat mengatakan itu. Akupun kemudian tidak ambil pusing.

Tapi luar biasa terkejutnya saat mengetahui kemana kami akan ber-honeymoon. Ke Mokpo, ke rumah orang tuaku! Ya Tuhaaan.. apa-apaan ini? Aku sudah hampir menangis saat mendengar lokasi honeymoon itu. Aku membayangkan akan diajak berjalan-jalan ke luar negeri atau ketempat-tempat wisata yang menyenangkan seperti pasangan WGM lainnya, tapi malah disuruh pulang kampung membawa Kyuhyun sebagai suamiku (meski pura-pura).

Apa yang akan dipikirkan keluargaku? Ya Tuhan, meskipun produser mengatakan bahwa orang tua ku sudah tahu bahwa itu hanya pura-pura dan akan mendukung proses syuting kami, tetap saja aku malu. Aaaaaaargggh! Kenapa aku tidak bisa bilang tidak?

Kami bersama rombongan meluncur ke Mokpo, aku semobil dengan Kyuhyun karena produser ingin merekam kemesraan kami saat akan ber-honeymoon ke kampung halamanku. Kyuhyun berusaha menyemangatiku dan mengatakan dia akan bersikap sebagai menantu yang baik dihadapan orang tua ku. Hahaha, aku ingin tertawa mendengarnya bicara begitu. Meskipun ada skrip, tapi akhir-akhir ini pembicaraanku dengan Kyuhyun sering melenceng dari skrip dan sibuk berbicara apa saja. Kadang produser membiarkan, mungkin dia menganggap itu juga nilai jual tersendiri bagi acaranya.

Setiba di Mokpo, orang-orang sudah ramai berkumpul di dekat rumahku. Mulai dari Ahjumma, Ahjussi, sampai ke remaja-remaja tanggung yang semuanya tidak kukenal berkumpul di sana. Gadis-gadis itu berteriak-teriak memanggil Kyuhyun. Ah, mereka itu fans-nya Kyuhyun dan Kyuhyun hanya tersenyum simpul penuh kebanggaan seolah ingin menunjukkan padaku bahwa apa yang dia katakan bukan omong kosong!

********

Karena kami tiba sudah cukup sore, maka syuting dimulai hari kedua. Semalam saat keluargaku menjamu para Kru, Eommaku sibuk memuji ketampanan Kyuhyun yang katanya sesuai dengan memantu idamannya. Ah, makin besar kepala saja anak itu pikirku. Kyuhyun bertingkah sopan sekali, sama sekali sifat evilnya tidak tampak malam itu. Sesekali aku meliriknya saat sedang bercengkrama dengan orang tuaku. Baru aku tahu bahwa dia pintar menjaga sikap dan tutur katanya di depan orang tua. Aku hanya tersenyum melihat semua itu. Rupanya ada kameramen yang jeli menangkap semua itu, Ah aku malu sekali saat mereka hari ini sebelum syuting dimulai, memutar ulang rekaman makan malam itu. Jelas sekali aku melirik Kyuhyun dengan pandangan takjub lalu tersenyum. Jika orang yang menonton pastilah mengira itu lirikan cinta. Wueeek.. aku masih ingin muntah membayangkan oang mengira aku benar-benar jatuh cinta pada Kyuhyun.

Setelah beberapa hari syuting di Mokpo, syuting hari trakhir mengambil lokasi pedesaan yang masih asri di Mokpo, ceritanya aku dan Kyuhyun berjalan-jalan kesana dan disana aku menceritakan pengalaman masa kecilku pada suamiku itu. Cuaca cukup dingin, tapi kami masih harus mengejar jadwal syuting. Maka, cuaca dinginpun tak boleh jadi penghalang. Aku dengan tawa riang menceritakan pengalaman masa kecilku di Mokpo pada Kyuhyun, ya tentu dengan diawasi beberapa pasang mata yang mengambil gambar kebersamaan kami itu. Kyuhyun sesekali menimpali, karena memang Kyuhyun sudah pernah ke Mokpo dulu saat menghadiri pemakaman ayah Donghae. Ah apa kabar Donghae Oppa? Sudah lama aku tidak menerima telponnya? Kudengar dia bolak balik Seoul – Taipe demi syuting itu. Dia pasti lelah. Saat membayangkan Donghae, wajahku tampak lebih berseri.. sinar cinta itu muncul dari mataku. Lagi-lagi kameramen memang pintar mengambil gambar, aku tampak sangat bahagia disisi Kyuhyun.

“Hyunah.. aku ingin mengajakmu ke suatu tempat!” Tiba-tiba Kyuhyun memecah bayangan Donghae yang tadi mewarnai khayalanku. Aku mengikutinya. Dia mengajakku ke tepi pantai yang indah. Tentu aku sudah pernah kesana. Tapi hari itu sedikit mendung, angin juga bertiup cukup kencang. Aku mulai kedinginan.

“Kyu.. darimana kau tahu tempat ini?” Tanyaku sesuai dengan skrip, maklum Kyuhyun sebenarnya tidak tahu tempat ini, demi sebuah tontotan yang menarik makanya dibuat seolah-olah dia sudah pernah kesini.

“Aku pernah kesini dulu, tempat ini indah kan? Aku suka! Dulu aku bermimpi akan mengajak kekasihku ke sini untuk menikmati saat berdua, rupanya sekarang aku malah mengajak istriku kemari.” Kalimatnya mengalir lancar sekali, hahaha.. tidak kusangka pria yang dulunya kupikir dingin seperti es ini pandai juga merayu wanita. Alu tergelitik untuk menjawabnya lagi, meskipun sudah ada skrip tapi produser selalu membebaskan kami untuk berimprovisasi.

“Sudah berapa wanita yang kau ajak kesini?” Tanyaku serius.

“Baru kau!” Ucapnya cepat.

“Yang benar? Bukannya kau sudah sering kemari?” Tanyaku penuh selidik.

“Kau sendiri sudah berapa banyak pria yang kau ajak kemari?” Tanyanya sambil melihatku tajam. Wah, kenapa dia jadi bertanya begitu? Kamera masih merekam semua itu, aku harus memberi jawaban.

“Baru kau!” Jawabku mengulangi jawabannya.

“Jujur?” Tanyanya lagi masih dengan tatapannya yang tajam. Aku ketakutan, apa ini bagian dari akting?

“Ju..jur!” jawabku tersendat.

“Kupikir kau sudah pernah kesini dengan Donghae Hyung?” lanjutnya lagi sambil memalingkan wajahnya. Aku memberi sinyal pada kameramen untuk mematikan kameranya, karena aku merasa Kyu sudah melewati batas pembicaraan yang boleh ditampilkan di publik. Bagaimanapun, mereka adalah seorang Idol yang rentan dengan gosip. Tapi entah karena tidak mengerti isyaratku atau memang sengaja ingin merekam hal ini sang kameramen terus saja melaju.

“Ah.. Donghae Oppa? Aku memang kenal dengannya karena kami sama-sama dari Mokpo. Tapi kami tidak sedekat itu sampai pergi berdua ke sini!” Ucapku sambil tersenyum dipaksakan. Kyuhyun.. apa kau mulai ingin mencari gara-gara denganku? Apa kau mau mencoba merusak image-mu yang sudah membaik dimataku ini?? Ah, aku sudah mulai kesal dengan kameramen yang masih tampak asyik merekam semuanya. Lalu Kyuhyun melanjutkan bicaranya.

“Kau.. apa kau sungguh mencin…?” GLAAAAAAAAAAR.. kilatan petir diikuti suara guruh yang besar membuat aku terkejut dan reflek memeluk Kyuhyun. Sial, kameramen meski terkejut masih tetap tidak menghentikan rekamannya. Aku berharap kameranya saja yang disambar petir. Aku yakin gambar itu akan dengan senang hati mereka tampilkan dalam tayangan WGM minggu depan. Aku melepas pelukanku, lalu tiba-tiba hujan deras. Benar-benar seperti sebuah drama yang disetting. Kameramen berlari menyelamatkan kameranya. Saat itu aku berharap kameranya tak terselamatkan dan adegan memalukan tadi tidak perlu dilihat orang. Lokasi mobil cukup jauh dari tempat kami, maka Kyuhyun menarikku dan berteduh di pondok kecil reot terdekat dengan tempat kami. Hujan mengguyur Mokpo dengan tiada ampun, angin kencang juga menyerbu.

Aku menggigil kedinginan, tidak menyangka akan turun hujan sederas ini, jaket tebal yang kupakai sama sekali tidak membantu. Bibirku kelu membiru, tubuhku yang tingginya hanya sebahu Kyuhyun tampak goyah. Tiba-tiba aku merasakan hangat, sesaat setelah aku bisa mengembalikan sedikit kesadaranku, aku tersentak menyadari bahwa Kyuhyun membenamkan aku yang mungil kedalam pelukannya. Aku berusaha melepas, tapi Kyuhyun tetap memelukku erat. Tiba-tiba aku pasrah dalam hangatnya pelukan Kyuhyun. Aku diam, tenang, mendengar suara detak jantung Kyu yang cepat tapi sangat teratur dan terdengar indah seperti suaranya saat bernyanyi.

*******

Saat aku sadar, aku sudah ada di dalam mobil. Aku terkesiap saat menyadari Kyuhyun masih memelukku di mobil. Aku melepas pelukannya, dia tertidur. Ah wajahnya pucat, hari masih hujan namun tidak sederas tadi. Aku mengambil apa saja yang bisa dipakai untuk menghangatkannya, tubuhnya dingin. Bibirnya membiru, ah apa yang terjadi padaku tadi? Pabooo.. sepertinya aku tertidur dipelukan Kyuhyun. Rasanya ingin aku pukuli kepala ku ke mana saja. Lalu bagaimana aku bisa ada mobil ini? Aku bertanya pada supir yang membawa kami. Rupanya mereka mengira aku pingsan di pelukan Kyuhyun, lalu Kyuhyun menggendongku sampai ke Mobil dan dia basah kuyup karena tidak ada kru yang membawa payung. Untung dia sudah berganti pakaian. Tapi dimana dia ganti pakaian?? Ah, untung aku tidak sadarkan diri. Alaaah.. apa sih yang ada dalam pikiranku. Kulihat dia tertidur disampingku. Untuk pertama kalinya aku melihat Kyuhyun terlelap. Wajahnya putih bersih, tampan!

Semalaman aku tidak bisa tidur di kamarku, aku mengkhawatirkan Kyuhyun. Besok kami sudah harus pulang ke Seoul. Bayangan apa yang terjadi siang tadi kembali menyeruak. Ada perasaan aneh setelah semua kejadian itu. Kenapa Kyuhyun mengorbankan dirinya sampai menembus hujan demi aku? Padahal cukup dengan membangunkanku saja semuanya tidak perlu sampai jadi seperti ini. Aku tertidur apa pingsan sih?? Aku kembali bertanya pada diriku.

*********

Aku sudah bersiap pergi ke rumah pernikahan kami untuk syuting WGM sepulang bulan madu, saat hendak keluar rumah aku menerima telpon dari produser yang memberitahuku bahwa syuting dibatalkan karena Kyuhyun sakit. Aku terkejut, rupanya dia benar sakit setelah kemarin lusa tersiram hujan dan kedinginan. Aaaah, apa yang harus aku lakukan??? Haruskah aku menelpon Kyu? Atau langsung datang saja ke dorm-nya? Tapi.. jika aku datang apa dia mau menerimaku? Akhirnya kuputuskan untuk menelpon Donghae.

“Yoboseo?” terdengar suara Donghae diseberang sana.

“Oppa, odiesoyo?” Aku menanyakan keberadaannya, aku berharap dia di Seoul minggu ini.

“Aku di dorm, tapi nanti sore aku akan berangkat ke Taipe seminggu penuh. Waeyo?” Tanyanya lagi. Aku ragu-ragu untuk bertanya, tapi kuberanikan diriku.

“Eeeeng.. harusnya kami hari ini ada syuting, tapi katanya Kyuhyun sakit, benarkah?” Tanyaku hati-hati.

“Nee.. Kyuhyun terkena flu, aku baru menjenguknya pagi tadi. Ah, kebetulan sekali Hyunah, kau tidak ada kegiatan kan hari ini? Syutingnya ditunda kan? Datanglah ke dorm, tolong jaga Kyuhyun. Dia akan sendirian di dorm karena semua Hyung sedang ada kegiatan. Hanya ada ahjumma di dorm, badannya panas sekali, butuh dikompres, mungkin jika kau yang datang dia akan merasa senang! Kau tidak keberatan kan?” Donghae bicara panjang lebar tanpa memberiku kesempatan bicara.

“Eh apa tidak apa-apa jika aku ke dorm kalian? Bagaimana jika ada yang melihatku lalu akan timbul gosip?” Tanyaku ragu-ragu.

“Ah, aku yakin pada kemampuan menyamarmu! Ayolah, Kyuhyun akan benar-benar sendirian hari ini.” Ujarnya lagi. Perasaanku campur aduk, antara takut, malu dan tidak enak. Bagaimanapun juga semua ini terjadi karena kebodohanku yang mudah sekali tertidur dimana saja sampai Kyuhyun mengira aku pingsan. Aaaaah.. akhirnya ku iya-kan permohonan Donghae.

********

Aku memakai baju tebal, penutup kepala dan masker lalu meminjam mobil manajerku, gawat jika aku berpenampilan seperti biasa karena bisa saja ada yang mengenaliku lalu akan menyebar gosip yang tidak-tidak bahwa aku sudah menyelinap masuk ke dorm Super Junior. Karirku bisa tamat begitupun karir Kyuhyun. Meski orang sudah melihat kami tampil sebagai suami istri di WGM, tapi mereka juga tahu bahwa itu tidak lebih dari sekedar drama reality yang tidak sungguhan.

Aku berhasil keluar dari area parkir aku berpura-pura batuk saat ada yang melihatku dengan masker ini. Untungnya penyamaranku tidak disadari dan aku berhasil naik sampai ke lantai 11 di dorm yang dekat sekali dengan Han River ini. Aku berjalan seperti orang ketakutan, meski suasana apartemen itu sepi tapi tetap saja aku khawatir kalau-kalau ada yang menyadari keberadaanku.

Aku menelpon Donghae, dan dia membukakan pintu untukku, ah syukurlah.. di dalam sudah sangat sepi, hanya ada Ahjumma yang biasa memasak dan membersihkan rumah di sana tersenyum padaku saat melihat aku menunduk hormat padanya.

“Oppa.. apakah Kyu baik-baik saja?” Tanyaku pada Donghae sambil berbisik.

“Haha.. tidak usah berbisik. Suaramu tidak akan sampai keluar! Iya dia sudah membaik, dia sedang tidur di dalam. Aku akan pergi, sebentar lagi ada pemotretan, setelah itu aku langsung meluncur ke bandara. Aku titip Kyu padamu sampai Sungmin Hyung pulang. Aku sudah mengatakan pada Sungmin Hyung kau akan datang!”

Aku masuk ke kamar Kyu diantar Donghae, kamar itu bersih. Aku mendekati Kyu yang pucat dan tertidur lemas. Aku menyentuh dahinya, hangat.

“Ah Kyu.. kau benar-benar demam rupanya. Mianhae karena aku kau malah jadi begini!” Aku bicara padanya yang sedang tertidur.

“Sudah tahu ini salahmu, kenapa baru sekarang datang?” Aku terkejut mendengar suara Kyu, dia bicara dengan mata terpejam. Aku memastikan dia tidak sedang mengigau. “Cepat pergi masakan suamimu ini mie ramen, aku sudah lapar menunggumu!” Masih dengan memejamkan mata.

“Kyu, kau ini sedang bercanda atau kenapa?” Aku sedikit kesal, apa maksudnya? Tiba-tiba mata Kyuhyun terbuka.

“Aku lapar Hyunah, aku belum makan dari pagi tadi. Apa perlu aku jelaskan dengan detail bahwa a.k.u  l.a.p.a.r?” Mata Kyuhyun yang sipit kini melotot padaku.

“Mwo? Lapar? Itu bubur kenapa tidak dimakan?” tanyaku setengah kesal. Kyuhyun sedang dalam keadaan sakitpun bisa sangat menyebalkan rupanya.

“Andwueee.. jangan beri aku bubur, aku mau ramen! Cepatlah masakan ramen untukku Hyunah..” Kini dia malah merengek seperti anak kecil.

“Kyuhyun-shi, apa kau yang meminta Donghae untuk memanggilku kemari? Hanya agar kau punya koki untuk memasakkan ramen untukmu?” Tanyaku sedikit emosi. Wajah Kyuhyun sedikit kesal.

“Yaaaa’.. tidak bisakah kita sehari saja tidak bertengkar? Aku sedang sakit Hyunah, tidak bisakah kau menuruti saja keinginan orang sakit?” Seketika aku tersenyum melihat ekspresi Kyuhyun yang tampak seperti anak kecil yang menggaruk-garukkan kepalanya karena bingung harus bagaimana. “Lagipula aku sakit karena kau, dasar gadis tengik, mana bisa kau tertidur segitu mudahnya dipelukan orang lain, apa kau tidak tahu bahwa tubuhmu itu berat?”

Apa? Dia bilang apa barusan? Tidur? Jadi dia tahu bahwa aku waktu itu tertidur bukannya pingsan?? Apa-apaan ini.

“Hey Kyu.. apa maksudmu aku tertidur? Bukannya aku ping…san?” Tanyaku pura-pura tidak mengerti.

“Hey gadis tengik, mana ada orang yang pingsan sambil mendengkur!” Balasnya sadis!

“MWOOO??? Men..men..men apa kau bilang?” Tanyaku tidak percaya dengan apa yang kudengar.

“MENDENGKUR!” Ulangnya keras membuat wajahku merah padam. Setan kecil ini rupanya memang mau cari gara-gara denganku ya! Tanpa basa basi aku langsung beranjak dari tempat dudukku berjalan dengan marah keluar kamarnya. “Eeeeh.. kau mau kemanaaa?” Aku tidak mengacuhkannya.

Aku sudah di depan pintu hendak keluar dari neraka ini saat Kyuhyun tiba-tiba sudah menyusulku dan menarik tanganku.

“Mianhaeyo Hyunah-shi, aku hanya bercanda.” Aku tidak menoleh, mataku sudah hampir penuh airmata. Sungguh keterlaluan dia bercanda, sama sekali dia tidak tahu bagaimana memperlakukan wanita. “Mianhae.. maaf jika kau terluka, aku sama sekali tidak serius. Tolong jangan pergi seperti ini.” Nada bicaranya melunak. Aku menghapus airmata yang sudah menggenang. Aku menoleh padanya, tapi aku hanya diam dan menatap tajam matanya, pertanda aku marah dan tidak suka dengan caranya memperlakukan aku barusan. Sungguh candaan yang tidak lucu, jikapun benar aku mendengkur, tidak seharusnya dia mengatakan itu. Biar bagaimanapun dia lelaki dan aku perempuan.

“Iya.. aku tahu sudah salah bicara lagi, ntah untuk keberapa kalinya!” Kini dia mulai mengeluarkan wajah angel palsunya. “Hyunah, aku sungguh kelaparan.. dari pagi aku belum makan…” Aku masih diam. “Bubur? Iya aku tahu, tapi kau harusnya mengerti lidah orang yang sedang sakit sama sekali tidak bisa enak makan, tolonglah beri aku makanan yang ada rasanya. Ramen.. ramen.. ya tolong ya?” Kyuhyun bertingkah seolah aku sudah memaafkan perbuatannya. Aku melepaskan genggamannya dan berjalan ke dapur, dia mengikutiku.

“Kembali ke kamarmu!” Perintahku padanya. Dia berhenti mengikuti tapi masih berdiri menungguiku di dapur. “Kembali ke kamarmu, aku akan membuatkanmu mie ramen baru setelah itu aku pergi.” Ujarku padanya datar. Dia melihatku, tapi aku tidak membalas. “Pergi ke kamarmu bocah tengik, apa kau ingin panci ini melayang ke mukamu?” Lanjutku kesal.

“Woooah.. galak sekali jadi perempuan, pantas saja Donghae.. ah.. pantas saja kau sampai sekarang belum punya pacar!” Lalu dia lari meninggalkan aku di dapur. Aku mengutuki diriku karena harus terlibat dengan si setan kecil itu. Sudah mengatai aku tengik, berat, mendengkur sekarang sempat-sempatnya dia mengatakan aku gadis galak! Kalau aku tidak ingat membunuh orang itu dosa, sudah kutambah racun ke dalam mie ramen ini!

Saat mie ramen selesai kumasak, aku segera mengantarkannya ke kamar Kyuhyun masih dengan muka ditekuk karena kesal.

“Gomawo.. Hyunah-shi, apa kau tahu kalau orang yang pintar masak mie ramen dimataku terlihat sangat cantik!” Kyuhyun berusaha memperbaiki mood-ku yang sudah terlanjur buruk karena dia. Aku bergeming tidak menunjukkan reaksi apapun terhadap pujian gombalnya. “Suapi aku…!” Lanjutnya membuat aku terbelalak.

“Yaaaaa’.. Kyuhyun-ah, kau menyuruhku datang kemari memang untuk kau jadikan aku pembantu pribadimu ya? Kau punya tangan, bisa duduk bahkan bisa berlari masih minta disuapi?” Kekesalanku sudah sampai ke ubun-ubun.

“Tapi tubuhku panas dan aku belum makan dari pagi, kalau sampai Donghae Hyung mendengar bahwa panasku semakin tinggi saat kau mengurusku, dia pasti akan berpikir bahwa kau tidak mampu mengurus orang sakit, lalu dengan kemampuanmu yang seadanya itu, apa mungkin Donghae Hyung mau menjadikanmu pacarnya?” Saat mengatakan itu aku sungguh ingin meremas wajah Kyuhyun.

“Geeeeez.. kau sengaja memanfaatkan nama Donghae dalam urusan ini, dasar licik, dengan sifatmu yang super manja begini kau pikir ada perempuan yang sanggup hidup denganmu hah? Aaiiiisssh, kalau tidak ingat reputasimu sebagai Idol mungkin aku sudah mengatakan kepada semua orang bahwa sifatmu itu sungguh sangat jelek Kyuhyun-shi!” Aku sudah tidak tahu lagi bagaimana menghadapi si Evil ini. Sungguh sifatnya kali ini membuat aku naik darah.

Meski entah sudah berapa kali bertengkar hebat dengannya, entah mengapa kami bisa dengan mudah pula melupakan, lalu bersikap seolah tidak terjadi apa-apa. Seperti hari ini, setelah bertengkar hebat gara-gara mie ramen, aku akhirnya mengalah dan menyuapinya. Ah, kadang aku berpikir aku benar-benar bodoh karena mau saja menuruti keinginan dia.

**********

Valentine’s Day – Bulan Kedua

Kyuhyun punya daya tarik dan kharisma tersendiri dimata fans-nya. Meski dengan sifat Evil-nya, dia sangat mampu mengatur pola tingkahnya di depan fans. Sungguh kontras bila sedang dihadapanku.

Syuting kali ini sedikit istimewa karena memanfaatkan moment Valentine, meski saat syuting belum pas hari valentine, tapi produser mensetting semuanya seperti hari valentine agar dapat tayang pas pada hari valentine.

Aku dan Kyuhyun berjalan berdua di tengah keramaian orang, sebelum syuting dimulai, fans Kyuhyun tidak berhenti berteriak dan dia hanya tersenyum manis melambai pada fans-nya. Aaaah, lagi-lagi dia menunjukkan sisi yang amat berbeda jika sedang di depan fans. Saat kamera dihidupkan seketika juga gadis-gadis yang pita suaranya luar biasa capek karena berteriak seketika senyap. Mereka tahu betul bahwa mengganggu jalannya syuting sama saja dengan merusak reputasi mereka sebagai fans. Kyuhyun dengan bangga menunjukkan betapa dia mencintai fans-fansnya itu padaku.

Saat teriakan ACTION terdengar, Kyuhyun segera menarik tanganku dan mengajakku berjalan berdua di tengah keramaian orang. Dia menggenggam tanganku, entah mengapa aku menjadi malu setengah mati menyadari ada puluhan pasang mata yang lekat menyaksikan pemandangan itu. Kami memasuki sebuah toko perhiasan dan aku sama sekali tidak tahu itu, aku tidak melihat ada di dalam skrip bahwa kami akan masuk ke toko perhiasan. Tapi aku hanya menuruti kemana dia pergi diiringi oleh kameramen menyebalkan yang selalu pandai menangkap moment-moment yang kadang di luar perkiraanku.

“Hyunah.. kita akan membeli cincin pasangan, sejak kita menikah kita belum punya cincin milik kita sendiri. Sekarang ayo kita pilih!” Gleek.. aku menelan ludah, saat dulu kami menikah pura-pura di kastil, memang ada cincin properti yang dilekatkan ke jari kami, tapi setelah itu segera dikembalikan.

“Eeeehmm.. jeongmal?” Tanyaku seadanya, bingung harus menjawab apa.

“Nee.. pilihlah model yang mana yang kau sukai?” Aku melihat-lihat cincin yang ada disana, ah.. tiba-tiba aku merasa seperti pasangan betulan yang sedang memilih cincin untuk pernikahan mereka.

Setelah menemukan model yang kami suka, Kyuhyun segera membayar semuanya lalu kembali mengajakku keluar. Kami menuju ke sebuah café dan memesan makanan ringan. Romantis sekali, seandainya benar Donghae yang ada disini, pastilah akan jauh terasa lebih romantis. Saat tengah asyik bercerita, Kyuhyun tiba-tiba berdiri dan menuju panggung kecil yang ada di café, dia mengambil mic lalu tiba-tiba terdengarlah dentingan piano dengan alunan irama lagu yang kukenal. MARRY YOU dari Super Junior. Kyuhyun akan bernyanyi dengan diiringi piano. Sungguh setting yang sempurna, luar biasa sempurna. Dalam hati aku berdecak kagum.

MARRY YOU

Love oh baby, My girl.. kaulah segalanya

Sungguh cantik dan berseri-seri, pengantinku.. hadiah dari Tuhan

Apakah kau bahagia?

Airmata jatuh dari matamu yang hitam

Sampai rambut hitammu menjadi putih

My Love.. My girl..

Aku akan berjanji, My Love

Mengatakan I Love You

Aku akan melakukannya setiap hari sepanjang hidupku

Maukah kau menikah denganku?

Mencintai dan menghargaimu

Aku ingin selamanya kau dipelukanku

Maukah kau menikah denganku?

Maukah kau memberikan hatimu untukku

Untuk selamanya berada disisiku, I do

Selalu menginginkanmu melewati salju dan hujan, I do

Aku akan menjagamu, My Love

Tiba-tiba Donghae muncul dan menyanyikan bagiannya dan membuat aku terkaget-kaget.

Kau memakai gaun putih

Aku memakai tuxedo

Kita berjalan.. menyelaraskan langkah kita

Pada rembulan dan bintang, Aku bersumpah

Aku tidak berbohong, Aku tidak ragu

Putri yang sangat kucintai

Tetaplah kau disampingku!

Kyuhyun melanjutkan..

Bahkan jika kita menua

Aku ingin bersamamu tersenyum

Maukah kau menikah denganku?

Maukah kau menghabiskan waktumu denganku?

Melewati penderitaan dan kesulitan, I do

Aku akan selalu ada, I do

Melewati hari-hari kita bersama, I do

Aku akan bersyukur disetiap hariku, My Love

Tiba-tiba Kyuhyun berjalan mendekatiku, kini dia bernyanyi depanku sementara Donghae mengiringinya bernyanyi dari panggung. Kyuhyun mengeluarkan cincin yang kami beli tadi.

Terimalah cincin yang bersinar ditanganku ini

Yang telah aku persiapkan beberapa waktu yang lalu

dengan perasaan yang masih sama hingga hari ini

Aku akan selalu mengingat janji yang kubuat hari ini

Maukah kau menikah denganku?

Selamanya aku akan berada disisimu, I do

Mencintaimu, I do

Selalu menginginkanmu melewati salju dan hujan, I do

Aku akan menjagamu, My Love

Kyuhyun lalu memegang tanganku dan membawaku ke panggung sambil terus bernyanyi. Sungguh meskipun hatiku tahu ini adalah sebuah adegan untuk kepentingan syuting, tapi aku tersanjung dan aku menitikkan airmata karena terharu. Jika ini adalah mimpi maka aku tidak ingin terbangun selamanya..

Aku tidak memiliki apapun yang bisa kuberikan selain cinta

Hanya itulah sesuatu yang paling berharga

Walaupun aku kaku dan aku penuh kekurangan

My love, My Girl

Aku akan tetap menjagamu

Kami sampai di panggung, aku melihat Donghae tersenyum padaku, ah.. aku malu. Kyuhyun lalu menatapku dan melanjutkan syair lagu Marry U yang entah mengapa hari ini terasa jauh lebih syahdu karena diiringi oleh dentingan piano yang pasti akan mampu menyentuh hati siapapun yang mendengarkannya.

Maukah kau berjanji menjadikan akulah yang terpenting bagimu?

Tidak peduli apapun yang terjadi

Kita akan saling mencintai selamanya

Hanya itu~

Lalu Kyuhyun melakukan adegan yang biasanya hanya bisa aku lihat di drama percintaan. Dia berlutut dihadapanku dan menyerahkan cincin yang sudah kami beli bersama dan menyelesaikan lirik terakhir dalam lagunya.

Maukah kau menikah denganku?

Perasaanku sulit untuk dijelaskan, Kyuhyun masih menatapku seolah menunggu jawaban. Lidahku kelu dan airmataku sudah membanjiri wajahku. Kyuhyun tersenyum. Lalu aku dengan terbata menjawab..

“I do!”

Semua orang yang ada di café bertepuk tangan, fans Kyuhyun yang dari tadi sebagian masih mengikuti kami berteriak histeris bahkan ada yang ikut menangis. Entah karena iri atau marah melihat idolanya melamar seorang gadis meski mereka semua tahu itu hanyalah bohong, atau ikut terharu sama sepertiku?

********

Bulan Ketiga

Setelah kejadian valentine lalu, aku sering senyum-senyum sendiri saat mengingat betapa aku seperti gadis bodoh yang tidak tahu apa-apa lalu mendapat sensasi kejutan lamaran dari seorang pria. Aku merasa bahagia pernah mengalaminya meskipun hanya dalam sebuah adegan reality show. Rating acara itu melonjak naik dan produser mengatakan bahwa ide Kyuhyun sungguh membuat dia senang. Aku hanya tersenyum menanggapinya. Efek yang kurasakan akibat adegan fantastis itupun tidak sedikit, selain menerima pujian, tidak sedikit yang mengecam dan mengatakan iri padaku. Ya aku hanya bisa menanggapinya dengan arif dan mengatakan pada mereka bahwa semua itu hanyalah bagian dari skenario.

Efek lainnya, setelah adegan itu hubunganku dengan Kyuhyun malah kikuk seperti orang yang baru saling mengenal, entahlah meski cincin pemberiannya valentine lalu masih melingkar dijariku dan jarinya, diluar syuting kami sering terdiam jika hanya berdua. Sungguh aneh. Aku mencoba memecah kebuntuan itu saat kami sedang menunggu syuting terakhir karena batas kontrak sudah habis dan untuk sementara aku belum bisa menerima perpanjangan kontrak yang ditawarkan karena aku harus berkonsentrasi pada album baruku, begitupun Kyuhyun yang akan memulai rangkaian tour bersama Super Junior.

“Ehhm.. Kyuhyun-ah, besok kita akan bercerai!” Aku berusaha melucu. Tapi Kyuhyun hanya melihatku masam dan tidak mengatakan apapun. “Aku sudah cukup menderita menjadi istrimu selama ini, besok aku bisa bebas!” Ujarku lagi sengaja memancing emosinya. Entahlah, meski jika bertengkar dengannya sangat menyebalkan terasa jauh lebih menyebalkan saat aku dan dia kaku dan terdiam tanpa tahu apa yang harus dibicarakan bahkan terkadang terkesan sengaja menghindar jika harus bertemu. Tiba-tiba aku mendengar suara Kyuhyun.

“Kau senang berpisah denganku?” tanyanya membuat aku merasa punya kesempatan memancingnya.

“Nee.. aku tidak harus membuatkan mu ramen lagi, tidak harus meladenimu bertengkar…” Aku belum selesai bicara dan dia memotong.

“Masih berharap Donghae Hyung akan menyukaimu?” Tanyanya langsung membuat aku terdiam. Lalu aku mencoba menetralkan jawabanku.

“Cinta sesuatu yang tidak bisa dipaksakan Kyu.. Aku sendiri tidak mengerti apa itu cinta.” Jawabku datar.

“Lalu aku? Apakah aku kurang romantis dari Donghae Hyung? Apakah aku tidak cukup tampan untuk bisa menarik hatimu? Apakah yang sudah aku lakukan untukmu masih kurang untuk bisa membuatmu mencintaiku?” Deretan pertanyaan Kyuhyun membuat aku bingung, apakah ada hidden kamera disini pikirku.

“Kyu.. kita tidak sedang syuting kan? Kau salah makan apa?” Tanyaku mencoba melucu tapi kemudian terdiam saat melihat wajah Kyuhyun yang marah.

“Kau.. samasekali tidak pernah menganggap apa yang aku lakukan untukmu tulus? Kau.. selalu menganggap apa yang aku lakukan untukmu adalah bagian dari syuting? Kau.. apa kau tidak bisa membedakan perasaan yang dibuat-buat dengan perasaan suka dan cinta yang tulus dari seseorang? Kau.. apa yang ada dikepala dan hatimu hanyalah Donghae Hyung sampai kau samasekali tidak bisa mengganggap aku sebagai lelaki yang juga menyukaimu???” Kyuhyun meledak-ledak membuat aku terkejut. Untunglah di lokasi syuting belum banyak Kru yang datang.

“Kyu apa maksudmu?” Nadaku mulai meninggi mengikuti suaranya.

“Jawab pertanyaanku.. Apa kau pernah membenciku?” Tanyanya..

“Iya!” jawabku cepat.

“Masih membenciku sampai sekarang?”

“Tidak!”

“Pernah menyukai Donghae Hyung?”

“………… Iya!” Jawabku menantangnya.

“Masih menyukainya?”

“Masih!”

“Suka atau Cinta?’

“Suka”

“Apa kau mencintainya?”

“Tidak”

“Apa kau mencintaiku?”

“Iya!”

Lalu kami terdiam. Aku terkejut, pipiku bersemu merah tanpa sadar aku menjawab pertanyaannya. Kyuhyun tersenyum padaku, aku menunduk.

“Dasar gadis bodoh! Jika memang mencintaiku katakan saja!” Kyuhyun melanjutkan tapi nada bicaranya kini kembali seperti dulu. Aku melihatnya dan dia mengeluarkan senyuman Evil-nya dan membuat aku malu tapi sangat ingin marah.

“Apa?? Kau mau mengejekku? Aku tidak sengaja mengata…!” Aku berusaha meralat jawabanku tapi Kyuhyun kembali memotong ucapanku.

“Sudahlah.. mulai sekarang ataupun nanti berjanjilah akan hanya setia padaku! Meski aku jauh dan tidak bisa setiap hari menemuimu, berjanjilah untuk selalu menungguku. Jika nanti kita sama-sama punya waktu, mari kita tanda tangani kontrak We Got Married Kyu~Hyun Couple Season.2 dan jika memang sudah saatnya, berjanjilah untuk tidak menolak lamaranku saat nanti aku memintamu menjadi istriku. Arasso??” Tanya Kyuhyun cepat tanpa jedah dan aku hanya mengangguk lalu tersenyum.

“Saranghae” Ucap Kyuhyun mencerahkan duniaku.

==== THE END ====

 

Note    : Tokoh Shin Hyun Ah adalah fiksi, sama sekali bukan menggunakan nama artis sungguhan di Korea ^^ dan FF We Got Married ini terispirasi dari reality show berjudul sama yang tayang di televisi Korea. Tokoh Hyunah hanyalah rekayasa bukan benar-benar menggunakan nama artis Korea. Ini adalah karya kelima-ku, semoga readers suka dan dimohon komentar dan sarannya ya? Terima kasih. Jika ada saran dan kritik bisa langsung melalui akun twitterku di http://twitter.com/ReeYha_ELF username @ReeYha_ELF

Gamsahamnida chingudeul ^^